MEMOIRS OF A GEISHA (terj.)
(memoir seorang geisha)
by Arthur Golden
Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama
Th 2003
Geisha. Satu kata yang sangat menggoda. Dari beberapa literature jepang yang telah diterjemahkan, kata geisha selalu menggoda saya untuk mencari maknanya lebih dalam. Saya yakin geisha pastilah bukan hanya semacam perempuan penghibur atau apalah yang sejenis itu. pastilah ada sesuatu yang sangat menarik dari geisha itu sendiri.
Setelah saya membaca buku terjemahan ini, saya merasa, budaya Jepang itu benar-benar rumit. Diluar budaya samurai, kemudian, kehidupan orang kebanyakan di Jepang, budaya seorang penari Jepang, maka setelah membaca buku ini, lengkaplah sudah. Keingintahuan saya akan budaya Jepang menjadi lebih besar
Buku ini sebenarnya merupakan kisah hidup seorang geisha pada awal abad 20, saat sebelum perang dunia II yang berakhir dengan di bomnya Nagasaki dan Hiroshima.
Namun, dibalik cerita tersebut, begitu banyak hal yang dapat diketahui. Tentang bagaimana seorang gadis kecil yang dijual orang tuanya untuk dibawa ke kota. Tragis.
Dan bagaimana ia bertahan di kota sampai akhirnya ia dapat menjadi seorang geisha.
Tidak kusangka menjadi seorang geisha begitu sulit dan penuh intrik. Harus dapat bertahan untuk dapat bersaing ketat antar geisha dalam rangka menjadi yang terbaik.
Setting cerita sekitar tahun beberapa tahun sebelum pecah Perang Dunia II dapat menggambarkan bagaimana keadaan masyarakat Jepang pada saat itu. Bahkan setelah bom atom dijatuhkan dan pasukan sekutu mulai menduduki Jepang sesaat setelahnya.
Memang tidak tergambarkan keadaan masyarakat di luar wilayah Gion (wilayah dimana para geisha berkumpul di Kyoto. Namun dapat terlihat, bahwa geisha merupakan kelompok eksklusif di suatu kelompok tersendiri.
Dibandingkan dengan apa yang ada di sini?
I have no idea.
Di Jepang, seseorang untuk menjadi geisha, harus melalui pendidikan terlebih dahulu dan dengan biaya yang tidak murah. Pendidikannya lebih banyak mengandung unsur seni. Geisha dituntut harus bisa main shamizen, atau menari juga menyanyi, kemudian mengetahui adat acara minum the Jepang yang sangat sakral.
Geisha dapat diundang dalam segala macam acara formal. Dengan tujuan menemani tamu tamu.
NAMUN, ia tidak dapat diajak untuk melayani sembarang orang (having sex).
(BERSAMBUNG)