CERITA DARI BLORA
Pramoedya Ananta Toer
Penerbit: Hasta Mitra, 1994
Kumpulan Cerpen
Cerpen-cerpen yang ada pada buku tersebut semua bersetting antara tahun 1940- 1950.
Terdapat cerita bersetting awal masa kemerdekaan. Ada juga yang bersetting masa pendudukan Jepang. Bahkan masa pemberontakan PKI Madiun tahun 1948. ada juga yang bersetting setelah kemerdekaan namun terjadi pendudukan Belanda kembali.
Kesemua cerita dalam buku tersebut mengisahkan penderitaan, penderitaan dan penderitaan. Sampai sampai saya merasa, begitu pintarnya om pram ini mengeksloitasi suatu kisah, yang menderita kok jadinya ya menderita terus menerus. Sudah jatuh, tertimpa tangga pula.
Hampir kesemuanya bersetting lokasi di Blora. Sebuah kota kecil di wilayah Jawa Timur. Dan sampai sekarang pun masih termasuk kota yang tenang tenang saja aktivitasnya. Tidak ada yang menyolok dari kota tersebut. Maksud saya, tidak sering jadi pemberitaan di surat kabar atau televisi. Berarti, tidak ada kegiatan negatif di kota tersebut yang menyebabkan blora dapat masuk ke ruang lingkup berita.
Bukankah bad news is a god news to buat media????
Membaca beberapa cerpen dalam buku tersebut, membuat saya berpikir, betapa susahnya jaman awal kemerdekaan tersebut. Orang yang sudah benar benar susah pun, ternyata masih ditimpa kesusahan yang tak habis habisnya. Oalah.. dasar wong susah. Kalau sudah jadi orang susah, dan bodoh pula. Itu membuat saya semakin berpikir, is that real? Atau hanya imaji om pram??
Tidak ada cerita yang menggembirakan atau membahagiakan dalam cerpen cerpen tersebut. Semuanya susah, sedih, sekarat.
Begitu kuatnya cara bercerita om pram, sampai sampai saya merasa kejadian yang tertulis itu benar benar nyata. Ataukah hanya imaji om pram saja.
Ah, apapun …. Menurut saya memang begitulah keadaan negara kita pada saat pendudukan Belanda maupun Jepang.
Beberapa cerita di dalamnya adalah sepertinya membalik lagi sekarang ini. Cuma dalam skala yang lebih halus. Ya.. tentu saja halus, kan sudah bukan jaman perang melawan penjajah lagi. Yang terjadi saat ini adalah perang melawan kemiskinan, kemelaratan, kebodohan.
Jika saya membaca tulisan om pram, saya benar benar mengakui bahwa beliau memang orang hebat. Kemampuan beliau dalam hal sejarah memang patut diacungi jempol.
No comments:
Post a Comment