Senopati Pamungkas
by Arswendo Atmowiloto
Buku ini, buku pegangan saya, cerita yang ada dalam buku ini begitu lekat dalam pikiran dan perasaan saya. Sudah sejak kecil sih saya tahu buku ini, membaca pertama kali juga waktu remaja dulu. Dulu bentuknya masih novel per jilid, kalau ndak salah inget... sekitar 12 jilid.
Namun sekitar sepuluh tahun lalu, Gramedia menerbitkan ulang dalam bentuk satu buku utuh...dalam dua jilid, dibikin senopati pamungkas 1 dan senopati pamungkas 2.
Senopati Pamungkas 1 sih masuk akal tebelnya, masih bisa dibawa ke sana sini. Kalau yang buku ke dua, ampun, tebel amat, sudah ndak bisa ke bawa sana sini. Bacanya harus di meja atau di kasur sekalian.
Ceritanya sendiri berlatar belakang jaman kerajaan Singosari dan jelang berdirinya kerajaan Majapahit. Tokoh Utama bernama Upasara Wulung.
Tokoh ksatria yang jadi seorang yang penting dalam segala situasi kekacauan akhir singosari dan awal majapahit...
Roman asmara ada pada hubungan upasara dan gayatri, yang tidak terwujud, karena gayatri diambil sebagai istri oleh Raden Wijaya.
Jadilah, cerita asmara mereka bikin perasaaan teraduk aduk.
Namun asmara itu bukan jadi fokus utama buku ini, itu hanya bumbu bahwa seorang yang tough dan kuat sperti seorang upasara pun masih bisa jatuh perasaannya kepada perempuan yang tak dapat dimilikinya.
Genduk Tri, juga merupakan salah satu tokoh yang saya kagumi perannya dalam cerita ini. Berani, kuat, nekad, tapi masih ada kemanjaannya terhadap Upasara. Memendam rasa kepada Upasara, namun terwujud dalam bentuk kasih sayang persaudaraan.
Beberapa tokoh lain banyak mendapat peran penting dalam buku ini.
Namun. seperti biasa, roman asmara akan jadi bingkai manis sebuah cerita. Jadilah gayatri dan genduk tri jadi karakter yang tahu tahu nempel di benak saya.
Reading is important
Wednesday, May 30, 2012
Monday, March 09, 2009
KEBERANGKATAN
KEBERANGKATAN oleh Leo Tolstoy
Terjemahan dari karya Leo Tolstoy yang berjudul Voskresenyiye..
Buku setebal 566 hal ini merupakan buku yang cukup membutuhkan konsentrasi untuk membaca. Tidak bisa dibaca sambil lalu.
Sebagaimana karya leo tolstoy yang lain, didalamnya sarat dengan berbagai kondisi Rusia di masa lalu.
Buku ini menceritakan seorang perempuan yang bernama Katyusha seorang tahanan karena dituduh meracuni salah seorang tamunya. Katyusha adalah seorang wanita penghibur. Saat persidangan Katyusha ternyata salah seorang juri adalah Nekhlyudov, yang di masa lalu pernah menghamili Katyusha waktu ia berumur 16 tahun dan masih tinggal di desa.
Nekhlyudov merasa bersalah dengan keadaan Katyusha saat ini. Dia selalu merasa, apa yang terjadi pada katyusha adalah akibat dari kejadian masa lalu. Sehingga, dalam rasa bersalahnya itu ia berupaya dengan segala cara ingin meringankan penderitaan Katyusha, yang dijatuhi hukuman kerja paksa ke Siberia.
Dengan segala usaha dan koneksi yang dimilikinya, nekhlyudov ingin meringankan hukuman atas katysha, namun gagal. Dan akhirnya hukuman di buang ke siberia tetep dilaksanakan.
Untuk membayar kesalahannya, nekhlyudov berkeinginan menyertai katyusha ke siberia dan hidup bersamanya bahkan kalau bisa menikahinya.
Ternyata pada akhir cerita katyusha menolak keinginan nekhlyudov dan menikah dengan rekan seperjalanan di siberia.
Dalam cerita, banyak dijelaskan pergulatan batin nekhlyudov, seorang bangsawan rusia yang mencoba membaur dengan kalangan yang ada di penjara. Dalam prosesnya nekhlyudov banyak membantu kasus kasus para tahanan yang tidak jelas, sehingga jika dibandingkan dengan kondisi saat ini, nekhlyudov adalah aktivis LBH.
Jika ingat kata Siberia, yang terlintas adalah hukum kerja paksa di tengah wilayah yang suhunya dingin sekali. Dimana tidak ada tahanan yang bakalan bisa kabur dari wilayah Siberia.
Gambaran bagaimana para tahanan dapat sampai ke Siberia pun sangat menyedihkan.
Mungkin lebih baik dihukum mati, daripada dibuang kerja paksa di Siberia
Terjemahan dari karya Leo Tolstoy yang berjudul Voskresenyiye..
Buku setebal 566 hal ini merupakan buku yang cukup membutuhkan konsentrasi untuk membaca. Tidak bisa dibaca sambil lalu.
Sebagaimana karya leo tolstoy yang lain, didalamnya sarat dengan berbagai kondisi Rusia di masa lalu.
Buku ini menceritakan seorang perempuan yang bernama Katyusha seorang tahanan karena dituduh meracuni salah seorang tamunya. Katyusha adalah seorang wanita penghibur. Saat persidangan Katyusha ternyata salah seorang juri adalah Nekhlyudov, yang di masa lalu pernah menghamili Katyusha waktu ia berumur 16 tahun dan masih tinggal di desa.
Nekhlyudov merasa bersalah dengan keadaan Katyusha saat ini. Dia selalu merasa, apa yang terjadi pada katyusha adalah akibat dari kejadian masa lalu. Sehingga, dalam rasa bersalahnya itu ia berupaya dengan segala cara ingin meringankan penderitaan Katyusha, yang dijatuhi hukuman kerja paksa ke Siberia.
Dengan segala usaha dan koneksi yang dimilikinya, nekhlyudov ingin meringankan hukuman atas katysha, namun gagal. Dan akhirnya hukuman di buang ke siberia tetep dilaksanakan.
Untuk membayar kesalahannya, nekhlyudov berkeinginan menyertai katyusha ke siberia dan hidup bersamanya bahkan kalau bisa menikahinya.
Ternyata pada akhir cerita katyusha menolak keinginan nekhlyudov dan menikah dengan rekan seperjalanan di siberia.
Dalam cerita, banyak dijelaskan pergulatan batin nekhlyudov, seorang bangsawan rusia yang mencoba membaur dengan kalangan yang ada di penjara. Dalam prosesnya nekhlyudov banyak membantu kasus kasus para tahanan yang tidak jelas, sehingga jika dibandingkan dengan kondisi saat ini, nekhlyudov adalah aktivis LBH.
Jika ingat kata Siberia, yang terlintas adalah hukum kerja paksa di tengah wilayah yang suhunya dingin sekali. Dimana tidak ada tahanan yang bakalan bisa kabur dari wilayah Siberia.
Gambaran bagaimana para tahanan dapat sampai ke Siberia pun sangat menyedihkan.
Mungkin lebih baik dihukum mati, daripada dibuang kerja paksa di Siberia
Sunday, May 18, 2008
RUMAH KACA
by Pramodya Ananta Toer,
merupakan buku terakhir dari tetralogi karya beliau.
Membaca Rumah Kaca kali ini, rada lumayan kontinyu, karena kebetulan lagi ada waktu longgar jeda antar proyek, sehingga dapat membaca buku ini dengan marathon.
Rumah Kaca tidak lagi terfokus pada cerita Minke, namun terfokus pada cerita seorang pegawai senior Gubernemen Belanda pensiunan komisaris polisi, asli manado, namun diangkat anak oleh orang perancis. Di situ diceritakan bahwa si tokoh, seorang Pangemanann, adalah orang yang ditugasi mengamati seluruh gerak gerak orang orang yang mulai bergerak untuk membuat manuver manuver politik. Semua orang yang mengkhawatirkan akan dibuang.
Disini diceritakan bagaimana proses pembuangan Minke, dan orang orang sesudah Minke yang membuat gerakan organisasi modern dan cukup mengkhawatirkan pemerintahan Hindia Belanda.
Betapa, seorang agen khusus spesial seperti Pangemanann ternyata sangat kotor dalam melakukan tugasnya. Ia dengan berbagai cara akan berusaha mendapatkan keterangan sebanyak banyaknya tentang tokoh yang diikutinya.
Tokoh tokoh yang ada dalam pengamatannya disebutnya dimasukkan ke dalam rumah kaca.
Rumah kaca yang dibuat oleh Pangemanann untuk mengamati setiap tokoh yang diikutinya.
Namun, pada akhirnya, karena tokoh utama dalam tetralogi ini adalah tetap Minke, maka ending dari buku ini pun berakhir pada saat minke meninggal dunia, dan akhirnya hal tersebut selalu menghantui Pangemanann sampai akhir hayatnya juga.
merupakan buku terakhir dari tetralogi karya beliau.
Membaca Rumah Kaca kali ini, rada lumayan kontinyu, karena kebetulan lagi ada waktu longgar jeda antar proyek, sehingga dapat membaca buku ini dengan marathon.
Rumah Kaca tidak lagi terfokus pada cerita Minke, namun terfokus pada cerita seorang pegawai senior Gubernemen Belanda pensiunan komisaris polisi, asli manado, namun diangkat anak oleh orang perancis. Di situ diceritakan bahwa si tokoh, seorang Pangemanann, adalah orang yang ditugasi mengamati seluruh gerak gerak orang orang yang mulai bergerak untuk membuat manuver manuver politik. Semua orang yang mengkhawatirkan akan dibuang.
Disini diceritakan bagaimana proses pembuangan Minke, dan orang orang sesudah Minke yang membuat gerakan organisasi modern dan cukup mengkhawatirkan pemerintahan Hindia Belanda.
Betapa, seorang agen khusus spesial seperti Pangemanann ternyata sangat kotor dalam melakukan tugasnya. Ia dengan berbagai cara akan berusaha mendapatkan keterangan sebanyak banyaknya tentang tokoh yang diikutinya.
Tokoh tokoh yang ada dalam pengamatannya disebutnya dimasukkan ke dalam rumah kaca.
Rumah kaca yang dibuat oleh Pangemanann untuk mengamati setiap tokoh yang diikutinya.
Namun, pada akhirnya, karena tokoh utama dalam tetralogi ini adalah tetap Minke, maka ending dari buku ini pun berakhir pada saat minke meninggal dunia, dan akhirnya hal tersebut selalu menghantui Pangemanann sampai akhir hayatnya juga.
Wednesday, October 31, 2007
"JEJAK LANGKAH"
Jejak langkah
karya Pramoedya Ananta Toer
Akhirnya, selesai juga buku ini setelah membaca sejak november 2007.
Ya, baca nya nyicil, di sela sela waktu menunggu di ruang tunggu manapun. Dan akhirnya selesai setelah beberapa proyek selesai sehingga bisa agak jenak membaca di sela sela jeda waktu yang ada.
Buku ini adalah buku ketiga setelah Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa.
Awal membaca buku ini, saya sangat tertantang untuk dapat segera menyelesaikannya. Tentu saja karena si tokoh yang bernama Minke ini pindah ke Batavia untuk sekolah dokter.
Sepertinya semua berjalan lancar lancar saja untuk mengubah hidup Minke menjadi seorang dokter. Namun di paruh pertiga buku, semuanya mulai berubah.
Saat mengenal dokter jawa yang berpropaganda soal kebangkitan di beberapa wilayah di luar Hindia, mengenal pelarian Tiongkok yang kemudian menjadi istrinya.
Dan kehidupannya jadi berubah total setelah istrinya yang orang Cina asli tersebut meninggal, dan Minke sendiri dipecat dari sekolah dokter.
Sendiri ia berusaha membuat orang orang sadar akan pentingnya berorganisasi secara modern. Dan akhirnya terbentuklah organisasi pertama yang diberi label sarikat priyayi. Organisasi tersebut tidak bertahan lama.
AKhirnya media tulis menjadi sarana untuknya berjuang. Menerbitkan "Medan" yang berbahasa Melayu membuat dirinya menjadi orang penting pada masa tersebut.
Sempat sedikit enggan membaca buku ini mulai pertengahan buku. Ceramah tentang kebangsaan yang bertele tele membuat saya berhenti sejenak membaca.
Akhirnya, begitu semangat membaca mulai naik, saya lalap habis buku ketiga ini. Seru juga sepertiga terakhir buku ini.
Buku ketiga berakhir dengan ditangkapnya Minke oleh penguasa saat itu dengan alasan yang tanpa alasan.
Memang membuat penasaran endingnya..
jadi... harus secepatnya membaca RUMAH KACA
karya Pramoedya Ananta Toer
Akhirnya, selesai juga buku ini setelah membaca sejak november 2007.
Ya, baca nya nyicil, di sela sela waktu menunggu di ruang tunggu manapun. Dan akhirnya selesai setelah beberapa proyek selesai sehingga bisa agak jenak membaca di sela sela jeda waktu yang ada.
Buku ini adalah buku ketiga setelah Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa.
Awal membaca buku ini, saya sangat tertantang untuk dapat segera menyelesaikannya. Tentu saja karena si tokoh yang bernama Minke ini pindah ke Batavia untuk sekolah dokter.
Sepertinya semua berjalan lancar lancar saja untuk mengubah hidup Minke menjadi seorang dokter. Namun di paruh pertiga buku, semuanya mulai berubah.
Saat mengenal dokter jawa yang berpropaganda soal kebangkitan di beberapa wilayah di luar Hindia, mengenal pelarian Tiongkok yang kemudian menjadi istrinya.
Dan kehidupannya jadi berubah total setelah istrinya yang orang Cina asli tersebut meninggal, dan Minke sendiri dipecat dari sekolah dokter.
Sendiri ia berusaha membuat orang orang sadar akan pentingnya berorganisasi secara modern. Dan akhirnya terbentuklah organisasi pertama yang diberi label sarikat priyayi. Organisasi tersebut tidak bertahan lama.
AKhirnya media tulis menjadi sarana untuknya berjuang. Menerbitkan "Medan" yang berbahasa Melayu membuat dirinya menjadi orang penting pada masa tersebut.
Sempat sedikit enggan membaca buku ini mulai pertengahan buku. Ceramah tentang kebangsaan yang bertele tele membuat saya berhenti sejenak membaca.
Akhirnya, begitu semangat membaca mulai naik, saya lalap habis buku ketiga ini. Seru juga sepertiga terakhir buku ini.
Buku ketiga berakhir dengan ditangkapnya Minke oleh penguasa saat itu dengan alasan yang tanpa alasan.
Memang membuat penasaran endingnya..
jadi... harus secepatnya membaca RUMAH KACA
Tuesday, November 14, 2006
ARUS BALIK
ARUS BALIK
Pramoedya Ananta Toer
Penerbit Hasta Mitra
Membaca buku Arus Balik karya Pramoedya Ananta Toer ini, saya seolah olah terseret lagi ke masa lalu. Sebagaimana saya membaca buku Senopati Pamungkas nya Arswendo beberapa tahun lalu.
Begitu membuka bab pertama, serasa tak ingin berhenti untuk menyelesaikannya. Akhirnya dengan kadar paksaan yang cukup tinggi, selesai juga buku setebal… halaman tersebut kurang dari dua minggu.
Isinya? Sangat menarik dan seru. Namun kala kita membaca buku tersebut, memori kita akan sejarah harus dipisahkan secara jelas dengan kemampuan kita menyerap cerita fiksi dari om pram ini. kalau tidak, bakalan puyeng deh, karena bolak balik kita jadi memeras memori kita tentang pengetahuan sejarah Indonesia. Bener.
Bisa confuse bener bener deh. Atau bahkan kita bisa jadi tendensius dan memandang alur cerita yang ada adalah hal yang benar benar terjadi dalam salah satu periode sejarah Indonesia kita.
Latar belakang ceritanya berkisa antara akhir abad 15 menuju awal abad 16. saat dimana portugis mulai meraja lela melanglang buana ingin melebarkan dan memamerkan kemampuannya. Setting lokasi kadipaten Tuban, yang dahulu kala merupakan salah satu kota pelabuhan terkenal juga. Dari latar belakang cerita tersebut, jadi bisa dimengerti mengapa Tuban pada masa kemudian tidak menjadi Bandar pelabuhan besar lagi.
Kerajaan Demak, Pasundan dan beberapa kesultanan kecil kecil beriring berjalan bersama dalam cerita tersebut. Misalnya, Demak, Jepara, Lasem, Blambangan, dan beberapa wilayah lain di sekitar Tuban.
Disamping itu setting waktu yang menurut saya cukup penting adalah setting waktu saat Fatahilah menaklukkan Banten.
Wah.. cerita yang ada tentang fatahilah di banten, bisa bikin kita bingung deh. Berubah total kronologis sejarah Indonesia abad pertengahan.
Betapapun, perang dimanapun dan kapanpun di dunia ini, benar benar bukan hal yang bermanfaaat. Entah bagi yang diperangi maupun yang memerangi. Dibalik hal tersebut ada banyak orang tidak berdosa yang menjadi korban demi masalah politik dan kekuaaan belaka.
Satu hal yang penting dari buku ini menurutku adalah, seolah olah buku ini menggugat, mengapa kejayaan Majapahit tidak bisa dilanjutkan. Dahulu yang terjadi adalah ekspansi dari selatan ke utara, dari singosari ke melayu, ke campa, dan ke wilayah wilayah lain di sebelah utara.
Namun.. pada masa kemudian yang terjadi adalah.. ekspansi dari utara ke selatan. Dari negara Eropa ke Asia. Dari Portugis ke wilayah nusantara.
Itulah yang disebut arus balik.
Arus balik yang sudah jadi tidak terbendung lagi, bahkan sampai berlanjut dengan ekspansi Nederland yang jadi berurat berakar selama beratus ratus tahun tersebut.
Om Pram dengan kemampuan data sejarahnya yang kuat, dapat merangkai dengan bagus dan kuat dengan tokoh tokoh karakter fiksinya.
Sebagaimana buku cerita Senopati Pamungkas karangan Arswendo Atmowiloto yang tebelnya kurang lebih 20 cm karena terdiri dari dua jilid, cerita dengan latar belakang ambruknya raja kertanegara dan kemudian berlanjut dengan berdirinya kerajaan Majapahit oleh Raden Wijaya.
Arswendo juga piawai mengolah data sejarah yang cukup akurat dengan tokoh fiksi yang dia tempatkan. Iya lho, bener.. data sejarah bagus dan karakter fiksi yang bagus, dapat membuat kita jadi terhanyut antara mana yang nyata dan mana yang tidak nyata.
Tokoh Wiranggaleng di buku Arus Balik, adalah tokoh Upasara Wulung di Senopati Pamungkas.
Hebat. Saya jamin data sejarah yang tertulis sebagai setting pada kedua buku tersebut adalah akurat.
Jadi… memang kedua buku tersebut secara tidak langsung merupakan rangkaian cerita yang berlanjut walaupun mungkin kedua pengarang pengarang mungkin tidak bermaksud seperti itu.
Entah, mengapa bisa sama, siapa menginspirasikan siapa. Saya tidak tahu. Yang penting kedua buku tersebut…. Adalah buku yang bagus dan hebat menurut saya. Hanya orang pintar dengan kesadaran sejarah yang kuat yang dapat menulis buku buku tersebut.
Buat saya sendiri, buku Senopati Pamungkas adalah buku dengan isi yang sangat sangat membuat saya jadi sadar, bahwa hidup ini sangat murni jika kita dapat melewati batas batas tidak nyata yang dibikin oleh manusia itu sendiri.
Demikian juga buku Arus Balik, didalamnya banyak terkandung hal hal yang yang hampir sama, didalamnya Wiranggaleng dan Idayu banyak menggugat keberadaan batas batas tidak nyata yng dibikin oleh manusia dengan nama Tuhan.
Ada banyak gugatan dari hati nurani yang terdalam yang muncul jika kita membaca kedua buku tersebut di atas dengan mata dan hati sekaligus.
Pramoedya Ananta Toer
Penerbit Hasta Mitra
Membaca buku Arus Balik karya Pramoedya Ananta Toer ini, saya seolah olah terseret lagi ke masa lalu. Sebagaimana saya membaca buku Senopati Pamungkas nya Arswendo beberapa tahun lalu.
Begitu membuka bab pertama, serasa tak ingin berhenti untuk menyelesaikannya. Akhirnya dengan kadar paksaan yang cukup tinggi, selesai juga buku setebal… halaman tersebut kurang dari dua minggu.
Isinya? Sangat menarik dan seru. Namun kala kita membaca buku tersebut, memori kita akan sejarah harus dipisahkan secara jelas dengan kemampuan kita menyerap cerita fiksi dari om pram ini. kalau tidak, bakalan puyeng deh, karena bolak balik kita jadi memeras memori kita tentang pengetahuan sejarah Indonesia. Bener.
Bisa confuse bener bener deh. Atau bahkan kita bisa jadi tendensius dan memandang alur cerita yang ada adalah hal yang benar benar terjadi dalam salah satu periode sejarah Indonesia kita.
Latar belakang ceritanya berkisa antara akhir abad 15 menuju awal abad 16. saat dimana portugis mulai meraja lela melanglang buana ingin melebarkan dan memamerkan kemampuannya. Setting lokasi kadipaten Tuban, yang dahulu kala merupakan salah satu kota pelabuhan terkenal juga. Dari latar belakang cerita tersebut, jadi bisa dimengerti mengapa Tuban pada masa kemudian tidak menjadi Bandar pelabuhan besar lagi.
Kerajaan Demak, Pasundan dan beberapa kesultanan kecil kecil beriring berjalan bersama dalam cerita tersebut. Misalnya, Demak, Jepara, Lasem, Blambangan, dan beberapa wilayah lain di sekitar Tuban.
Disamping itu setting waktu yang menurut saya cukup penting adalah setting waktu saat Fatahilah menaklukkan Banten.
Wah.. cerita yang ada tentang fatahilah di banten, bisa bikin kita bingung deh. Berubah total kronologis sejarah Indonesia abad pertengahan.
Betapapun, perang dimanapun dan kapanpun di dunia ini, benar benar bukan hal yang bermanfaaat. Entah bagi yang diperangi maupun yang memerangi. Dibalik hal tersebut ada banyak orang tidak berdosa yang menjadi korban demi masalah politik dan kekuaaan belaka.
Satu hal yang penting dari buku ini menurutku adalah, seolah olah buku ini menggugat, mengapa kejayaan Majapahit tidak bisa dilanjutkan. Dahulu yang terjadi adalah ekspansi dari selatan ke utara, dari singosari ke melayu, ke campa, dan ke wilayah wilayah lain di sebelah utara.
Namun.. pada masa kemudian yang terjadi adalah.. ekspansi dari utara ke selatan. Dari negara Eropa ke Asia. Dari Portugis ke wilayah nusantara.
Itulah yang disebut arus balik.
Arus balik yang sudah jadi tidak terbendung lagi, bahkan sampai berlanjut dengan ekspansi Nederland yang jadi berurat berakar selama beratus ratus tahun tersebut.
Om Pram dengan kemampuan data sejarahnya yang kuat, dapat merangkai dengan bagus dan kuat dengan tokoh tokoh karakter fiksinya.
Sebagaimana buku cerita Senopati Pamungkas karangan Arswendo Atmowiloto yang tebelnya kurang lebih 20 cm karena terdiri dari dua jilid, cerita dengan latar belakang ambruknya raja kertanegara dan kemudian berlanjut dengan berdirinya kerajaan Majapahit oleh Raden Wijaya.
Arswendo juga piawai mengolah data sejarah yang cukup akurat dengan tokoh fiksi yang dia tempatkan. Iya lho, bener.. data sejarah bagus dan karakter fiksi yang bagus, dapat membuat kita jadi terhanyut antara mana yang nyata dan mana yang tidak nyata.
Tokoh Wiranggaleng di buku Arus Balik, adalah tokoh Upasara Wulung di Senopati Pamungkas.
Hebat. Saya jamin data sejarah yang tertulis sebagai setting pada kedua buku tersebut adalah akurat.
Jadi… memang kedua buku tersebut secara tidak langsung merupakan rangkaian cerita yang berlanjut walaupun mungkin kedua pengarang pengarang mungkin tidak bermaksud seperti itu.
Entah, mengapa bisa sama, siapa menginspirasikan siapa. Saya tidak tahu. Yang penting kedua buku tersebut…. Adalah buku yang bagus dan hebat menurut saya. Hanya orang pintar dengan kesadaran sejarah yang kuat yang dapat menulis buku buku tersebut.
Buat saya sendiri, buku Senopati Pamungkas adalah buku dengan isi yang sangat sangat membuat saya jadi sadar, bahwa hidup ini sangat murni jika kita dapat melewati batas batas tidak nyata yang dibikin oleh manusia itu sendiri.
Demikian juga buku Arus Balik, didalamnya banyak terkandung hal hal yang yang hampir sama, didalamnya Wiranggaleng dan Idayu banyak menggugat keberadaan batas batas tidak nyata yng dibikin oleh manusia dengan nama Tuhan.
Ada banyak gugatan dari hati nurani yang terdalam yang muncul jika kita membaca kedua buku tersebut di atas dengan mata dan hati sekaligus.
Cerita Dari Blora
CERITA DARI BLORA
Pramoedya Ananta Toer
Penerbit: Hasta Mitra, 1994
Kumpulan Cerpen
Cerpen-cerpen yang ada pada buku tersebut semua bersetting antara tahun 1940- 1950.
Terdapat cerita bersetting awal masa kemerdekaan. Ada juga yang bersetting masa pendudukan Jepang. Bahkan masa pemberontakan PKI Madiun tahun 1948. ada juga yang bersetting setelah kemerdekaan namun terjadi pendudukan Belanda kembali.
Kesemua cerita dalam buku tersebut mengisahkan penderitaan, penderitaan dan penderitaan. Sampai sampai saya merasa, begitu pintarnya om pram ini mengeksloitasi suatu kisah, yang menderita kok jadinya ya menderita terus menerus. Sudah jatuh, tertimpa tangga pula.
Hampir kesemuanya bersetting lokasi di Blora. Sebuah kota kecil di wilayah Jawa Timur. Dan sampai sekarang pun masih termasuk kota yang tenang tenang saja aktivitasnya. Tidak ada yang menyolok dari kota tersebut. Maksud saya, tidak sering jadi pemberitaan di surat kabar atau televisi. Berarti, tidak ada kegiatan negatif di kota tersebut yang menyebabkan blora dapat masuk ke ruang lingkup berita.
Bukankah bad news is a god news to buat media????
Membaca beberapa cerpen dalam buku tersebut, membuat saya berpikir, betapa susahnya jaman awal kemerdekaan tersebut. Orang yang sudah benar benar susah pun, ternyata masih ditimpa kesusahan yang tak habis habisnya. Oalah.. dasar wong susah. Kalau sudah jadi orang susah, dan bodoh pula. Itu membuat saya semakin berpikir, is that real? Atau hanya imaji om pram??
Tidak ada cerita yang menggembirakan atau membahagiakan dalam cerpen cerpen tersebut. Semuanya susah, sedih, sekarat.
Begitu kuatnya cara bercerita om pram, sampai sampai saya merasa kejadian yang tertulis itu benar benar nyata. Ataukah hanya imaji om pram saja.
Ah, apapun …. Menurut saya memang begitulah keadaan negara kita pada saat pendudukan Belanda maupun Jepang.
Beberapa cerita di dalamnya adalah sepertinya membalik lagi sekarang ini. Cuma dalam skala yang lebih halus. Ya.. tentu saja halus, kan sudah bukan jaman perang melawan penjajah lagi. Yang terjadi saat ini adalah perang melawan kemiskinan, kemelaratan, kebodohan.
Jika saya membaca tulisan om pram, saya benar benar mengakui bahwa beliau memang orang hebat. Kemampuan beliau dalam hal sejarah memang patut diacungi jempol.
Pramoedya Ananta Toer
Penerbit: Hasta Mitra, 1994
Kumpulan Cerpen
Cerpen-cerpen yang ada pada buku tersebut semua bersetting antara tahun 1940- 1950.
Terdapat cerita bersetting awal masa kemerdekaan. Ada juga yang bersetting masa pendudukan Jepang. Bahkan masa pemberontakan PKI Madiun tahun 1948. ada juga yang bersetting setelah kemerdekaan namun terjadi pendudukan Belanda kembali.
Kesemua cerita dalam buku tersebut mengisahkan penderitaan, penderitaan dan penderitaan. Sampai sampai saya merasa, begitu pintarnya om pram ini mengeksloitasi suatu kisah, yang menderita kok jadinya ya menderita terus menerus. Sudah jatuh, tertimpa tangga pula.
Hampir kesemuanya bersetting lokasi di Blora. Sebuah kota kecil di wilayah Jawa Timur. Dan sampai sekarang pun masih termasuk kota yang tenang tenang saja aktivitasnya. Tidak ada yang menyolok dari kota tersebut. Maksud saya, tidak sering jadi pemberitaan di surat kabar atau televisi. Berarti, tidak ada kegiatan negatif di kota tersebut yang menyebabkan blora dapat masuk ke ruang lingkup berita.
Bukankah bad news is a god news to buat media????
Membaca beberapa cerpen dalam buku tersebut, membuat saya berpikir, betapa susahnya jaman awal kemerdekaan tersebut. Orang yang sudah benar benar susah pun, ternyata masih ditimpa kesusahan yang tak habis habisnya. Oalah.. dasar wong susah. Kalau sudah jadi orang susah, dan bodoh pula. Itu membuat saya semakin berpikir, is that real? Atau hanya imaji om pram??
Tidak ada cerita yang menggembirakan atau membahagiakan dalam cerpen cerpen tersebut. Semuanya susah, sedih, sekarat.
Begitu kuatnya cara bercerita om pram, sampai sampai saya merasa kejadian yang tertulis itu benar benar nyata. Ataukah hanya imaji om pram saja.
Ah, apapun …. Menurut saya memang begitulah keadaan negara kita pada saat pendudukan Belanda maupun Jepang.
Beberapa cerita di dalamnya adalah sepertinya membalik lagi sekarang ini. Cuma dalam skala yang lebih halus. Ya.. tentu saja halus, kan sudah bukan jaman perang melawan penjajah lagi. Yang terjadi saat ini adalah perang melawan kemiskinan, kemelaratan, kebodohan.
Jika saya membaca tulisan om pram, saya benar benar mengakui bahwa beliau memang orang hebat. Kemampuan beliau dalam hal sejarah memang patut diacungi jempol.
Monday, February 06, 2006
Anna Karenina
Sekarang lagi baca Anna Karenina nya Leo Tolstoy, english version....bukan russian version
jadi.... belum update lagi...
though kemaren kemaren baca buku juga.. tp buku anak anak ... (Har pot hehehe)
....
jadi.... belum update lagi...
though kemaren kemaren baca buku juga.. tp buku anak anak ... (Har pot hehehe)
....
Thursday, September 22, 2005
SEHARI DALAM HIDUP IVAN DENISOVICH
SEHARI DALAM HIDUP IVAN DENISOVICH
Alexander solzhenitsin
Judul asli: odin den” ivana denisovitcha
Diterjemahkan dari bahasa inggris , dengan judul buku One Day in the life of ivan denisovich oleh Max Hayward dan Ronald Hingley.
Penerbit : PT. Dunia Pustaka Jaya
Th 1976
Setelah berbulan-bulan, akhirnya selesai juga saya membaca buku ini. walaupun sebenarnya buku ini tidak terlalu tebal (142 hal), namun karena saya membaca buku ini jika hanya berada dalam mobil dan sedang dalam keadaan menunggu. Akhirnyalah buku ini jadi terlantar penyelesaiannya.
Di tengah tengah membaca buku ini, saya sempat menghabiskan dua buku lain yaitu pengakuan karya anton chekov serta Afghanistan di tengah masa perubahan. Tentu saja dua buku tersebut sudah selesai terlebih dulu.
Pada awalnya saya membaca buku ini, terasa membosankan. Belum dapat mendapatkan, apa sebenarnya yang akan jadi konflik utama di buku ini. Dengan setting penjara di masa Uni Sovyet masih menjadi Negara komunis terbesar, membuat cerita mengalir begitu lambat.
Buku ini menggambarkan kehidupan dalam barak tahanan tempat para tahanan politik harus bekerja sepanjang hari tanpa mengenal dingin udara, dan jatah makanan yang sangat terbatas.
Dengan pendahuluan yang begitu lambat dan membosankan, benar benar buku ini dapat dimasukkan dalam kelompok buku yang dibaca terakhir.
Bahkan kadang kadang sempat setiap kali membaca, saya harus mengulang beberapa halaman terakhir supaya ingat bagaimana cerita terakhir yang say abaca.
Setelah hampir setengah buku, baru saya tahu apa mau si penulis dalam cerita ini. ternyata, isi buku ini benar benar cerita tentang kejadian satu hari dari si ivan ini. benar benar hanya satu hari. Dari pagi hingga saat dia tidur di malam hari.
Baru setelah selesai membaca buku ini, saya jadi tahu kehebatan si pengarang. Hebat. Dia bisa menceritakan hanya satu hari kehidupan seseorang namun begitu detail dan rinci. Saya suka. Karena menunjukkan bahwa di pengarang tidak kehabisan bahan dalam menceritakan kegiatan satu hari si ivan.
Cerita satu hari dalam 142 halaman huruf ketikan kecil. Dan saya baru menyadari kekuatan si penulis setelah setengah buku itu saya baca. Setelah itu, buku itu kemudian jadi prioritas utama untuk saya selesaikan, dan bukan menjadi buku pengisi waktu tunggu.
Alexander solzhenitsin
Judul asli: odin den” ivana denisovitcha
Diterjemahkan dari bahasa inggris , dengan judul buku One Day in the life of ivan denisovich oleh Max Hayward dan Ronald Hingley.
Penerbit : PT. Dunia Pustaka Jaya
Th 1976
Setelah berbulan-bulan, akhirnya selesai juga saya membaca buku ini. walaupun sebenarnya buku ini tidak terlalu tebal (142 hal), namun karena saya membaca buku ini jika hanya berada dalam mobil dan sedang dalam keadaan menunggu. Akhirnyalah buku ini jadi terlantar penyelesaiannya.
Di tengah tengah membaca buku ini, saya sempat menghabiskan dua buku lain yaitu pengakuan karya anton chekov serta Afghanistan di tengah masa perubahan. Tentu saja dua buku tersebut sudah selesai terlebih dulu.
Pada awalnya saya membaca buku ini, terasa membosankan. Belum dapat mendapatkan, apa sebenarnya yang akan jadi konflik utama di buku ini. Dengan setting penjara di masa Uni Sovyet masih menjadi Negara komunis terbesar, membuat cerita mengalir begitu lambat.
Buku ini menggambarkan kehidupan dalam barak tahanan tempat para tahanan politik harus bekerja sepanjang hari tanpa mengenal dingin udara, dan jatah makanan yang sangat terbatas.
Dengan pendahuluan yang begitu lambat dan membosankan, benar benar buku ini dapat dimasukkan dalam kelompok buku yang dibaca terakhir.
Bahkan kadang kadang sempat setiap kali membaca, saya harus mengulang beberapa halaman terakhir supaya ingat bagaimana cerita terakhir yang say abaca.
Setelah hampir setengah buku, baru saya tahu apa mau si penulis dalam cerita ini. ternyata, isi buku ini benar benar cerita tentang kejadian satu hari dari si ivan ini. benar benar hanya satu hari. Dari pagi hingga saat dia tidur di malam hari.
Baru setelah selesai membaca buku ini, saya jadi tahu kehebatan si pengarang. Hebat. Dia bisa menceritakan hanya satu hari kehidupan seseorang namun begitu detail dan rinci. Saya suka. Karena menunjukkan bahwa di pengarang tidak kehabisan bahan dalam menceritakan kegiatan satu hari si ivan.
Cerita satu hari dalam 142 halaman huruf ketikan kecil. Dan saya baru menyadari kekuatan si penulis setelah setengah buku itu saya baca. Setelah itu, buku itu kemudian jadi prioritas utama untuk saya selesaikan, dan bukan menjadi buku pengisi waktu tunggu.
Pengakuan
PENGAKUAN
Anton ChekovSekumpulan cerita pendek karya anton chekov
Diterjemahkan oleh Koesalah Soebagyo Toer
Buku ini menarik, untuk dibaca saat kita punya waktu. Segar. Namun isinya sebenarnya ingin menertawakan lingkungan sekelilingnya.
Dengan setting cerita kebanyakan tentang masyarakat Rusia menjelang abad XX, jadilah cerpen cerpen chekov ini kebanyakan bersifat sinisme dan sarkasme.
Kemunafikan, kecenderungan untuk memanipulasi orang lain, serta praktek penjilatan dan korupsi, adalah sebagian tema cerita pendek Anton Chekhov.
Sebenarnya ini bisa menjadi bahan renungan untuk kita masyarakat Indonesia. Sebenarnya banyak yang hal di dalam cerpennya juga sedang terjadi di sekeliling kita. Tragis memang. Situasi awal abad XX, namun tetap terjadi dan terus berulang di masa sekarang. Entah kapan hal hal tersebut dapat berubah menjadi lebih baik lagi.
Anton ChekovSekumpulan cerita pendek karya anton chekov
Diterjemahkan oleh Koesalah Soebagyo Toer
Buku ini menarik, untuk dibaca saat kita punya waktu. Segar. Namun isinya sebenarnya ingin menertawakan lingkungan sekelilingnya.
Dengan setting cerita kebanyakan tentang masyarakat Rusia menjelang abad XX, jadilah cerpen cerpen chekov ini kebanyakan bersifat sinisme dan sarkasme.
Kemunafikan, kecenderungan untuk memanipulasi orang lain, serta praktek penjilatan dan korupsi, adalah sebagian tema cerita pendek Anton Chekhov.
Sebenarnya ini bisa menjadi bahan renungan untuk kita masyarakat Indonesia. Sebenarnya banyak yang hal di dalam cerpennya juga sedang terjadi di sekeliling kita. Tragis memang. Situasi awal abad XX, namun tetap terjadi dan terus berulang di masa sekarang. Entah kapan hal hal tersebut dapat berubah menjadi lebih baik lagi.
Subscribe to:
Comments (Atom)